Social

Home » » cerpen - Kisah Sedih Cinta Pertama Zaenaf

cerpen - Kisah Sedih Cinta Pertama Zaenaf

Written By Jabar TV on Senin, 25 November 2013 | 23.49

"Eh...Rangga kamu kenal nggak sama Ditta........itu lho anak kelas 1D yang kemarin pulang satu bus dengan kita...........kemarin itu lho..............." tanya Memet.

'Yang mana ya...........aku nggak terlalu hafal sih kelas 1...........yang mana ya............." sahut Rangga, sambil terlihat wajahnya sedang mengingat-ingat.

"Walah..........Rangga...........Rangga yang kamu ingat cuma cewek pindahan dari kota itu pasti.........Melisa...yang cantik dan putih itu kan..........rambutnya panjang sebahu......." kata Memet kesal.

Rangga cuma tersenyum menanggapi ocehan temannya itu, mereka berdua berhimpitan dengan penumpang lain di dalam bus yang penuh sesak itu. Memet menginjak sepatu Rangga dengan sepatunya bikin Rangga kaget dan mulai mengarahkan kedua matanya ke arah wajah Memet.

"Sst.........lihat tuh dua cewek yang duduk di sebelah belakang sana.........dari tadi selalu memperhatikan kamu terus tanpa berkedip..........." bisik Memet.

"Ah........masak jangan suka gr Met..........mungkin dia memperhatikan orang lain, mungkin............." bisik Rangga di dekat telinga Memet.

"Eh........coba lihat itu........tuh........dia melihat kamu lagi...........lihat dia mulai tersenyum ketika kamu melihatnya........" bisik Memet di telinga temannya itu.

"Ehm.....betul juga Memet........ternyata dua cewek yang duduk di pojok bagian belakang bus selalu tersenyum mengawasi aku........bikin gr saja batin aku.............." bisik Rangga dalam hatinya.
 
"Sssst..........Naf..........lihat cowok yang berdiri itu mulai melihat kamu...........dia mulai tersenyum ke arah kamu..............ehm ganteng dan cool banget dia Naf........bikin semua cewek nggak tahan bok......." bisik Reni di telinga Zaenaf.
 
Ketika Reni menatap wajah Zaenaf dia sedikit agak kecewa karena ternyata kedua mata temannya itu bertatapan dengan mata cowok itu dan saling tersenyum.

"Ih.........Zaenaf.......kamu betul-betul teman yang mau makan paggar sendiri..........masak malah saling berpandang-pandangan sama cowok yang aku taksir..........." bisik Reni sambil mencubit pinggang temannya itu.

Zaenaf kesakitan memegang pinggangnya yang dicubit Reni, mereka berdua sampai lupa kalau sudah hampir sampai di pertigaan gang menuju ke arah rumah mereka.

"Pak..............pak.........kiri kami berhenti disini saja........" kata Reni dan Zaenaf hampir bersamaan.

Terlihat Bapak Kondektur Bus mengetuk kaca mobil dengan uang logam, dan Bus terlihat memperlambat lajunya dan segera berhenti dipinggir jalan, Zaenaf dan Reni segera turun dari bus ketika wajah mereka bertemu Rangga, mereka berdua melambaikan tangan.

Ketika pagi hari saat berangkat sekolah dan sampai di pertigaan gang tempat biasa dia dan Reni menunggu bus, Zaenaf tak mendapati Reni di sana, beberapa menit Zaenaf terlihat masih menunggu Reni tetapi anak itu tak menampakkan batang hidungnya juga, akhirnya Zaenaf meninggalkan temannya itu ketika ada Bus yang lewat. Dia naik bus lewat pintu depan, ternyata bus penuh, Zaenaf terpaksa berdiri tak beberapa lama ada tangan menyentuh tubuhnya setelah wajahnya berpaling jantung Zaenaf serasa mau copot........ternyata cowok yang kemarin dia goda memberinya tempat duduk. Zaenaf tersenyum manis dan mulai meletakkan pantatnya dikursi, mereka berdua tak berbicara sepatah katapun hanya tersenyum ketika mata mereka bertemu. Ketika bus sudah sampai depan sekolah, mereka segera turun dan lari-lari kecil masuk ke dalam sekolah karena ternyata sekolah sudah bel tanda masuk.
 
"Ehm.......Naf........Naf.......hari ini benar-benar kamu beruntung banget........kamu diberi tempat duduk cowok yang baru kamu taksir..............ehm bener-bener so sweet...........ehm cowok itu bener-bener ganteng.......cool.......nggak sombong dan ternyata baik hati ..........." bisik Zaenaf dalam hatinya.
 
"Selamat pagi anak-anak..............apa ada yang tidak masuk hari ini.............." tanya Ibu Katerin guru mata pelajaran IPS.
 
"Ada Ibu....................Reni......................" jawab sebagian siswa kelas 2C bersamaan di SMP di mana Reni dan Zaenaf belajar. 

Ketika bel pulang Zaenaf langsung berjalan sendirian meninggalkan sekolah itu karena teman karibnya Reni tak masuk, baru berjalan beberapa langkah ada dua cowok mendekati dirinya. Zaenaf mulai tersenyum dengan kedua cowok itu karena dia tak asing dengan mereka dan salah satunya menyapa.

"Halo...........cewek boleh kita jalan bareng..............namaku Rangga dan ini temanku Memet..........." kata Rangga sambil mengulurkan tangannya.

Zaenaf tersenyum sambil mengulurkan tangan menyambut uluran tangan Rangga sambil mengucap lembut.

"Namaku Zaenaf..............makasih ya tadi pagi sudah ngasih bangku untuk aku duduk................" kata Zaenaf sambil terus tersenyum beberapa saat lamanya mata mereka saling memandang dan tangan mereka menyatu.

"Eh.................eh...............sudah dong aku kan belum kenalan nih...........................namaku Memet.....teman-teman biasa panggil aku Met......" kata Memet sambil berusaha melepas tangan Rangga dan gantian memegang tangan Zaenaf.

Zaenaf terlihat selalu melirik ke arah Rangga yang berjalan di sebelahnya, begitu juga Rangga selalu melirik ke wajah Zaenaf yang memang cantik dengan rambut panjangnya yang lurus.

"Rangga........aku duluan aja ya.........Zaenaf suka sama kamu tuh......................" bisik Memet di telinga Rangga, sambil segera berlari meninggalkannya berdua.

Ketika Rangga mau menahan tangan Memet ternyata sudah terlambat, sehingga dia berjalan cuma berduaan dengan Zaenaf menuju tempat pemberhentian bus di depan sekolahnya. Rangga tersenyum senang karena Zaenaf yang berjalan di sisi kirinya senyum-senyum bahagia dan mereka berdua tersenyum bahagia ketika tanpa mereka berdua sengaja.......tangan mereka bersentuhan.

Mereka berdua terlihat naik ke bus yang baru berhenti didepan sekolah mereka, didalam bus mereka duduk berdampingan dan entah keberanian dari mana datangnya ketika tiba-tiba Rangga berani meraih jari jemari tangan kanan Zaenaf dengan jari jemari tangan kanannya.

Mereka berdua tersenyum sambil mata mereka selalu berpandangan, benar-benar Zaenaf seperti pergi keawan-awan dia sampai mengigit bibirnya sendiri hampir tak percaya kalau itu nyata. Walau mereka masih duduk di kelas 2 SMP tapi rasa cinta yang damai.......lembut.......bahagia.......bergetar-getar membuat andrenalin mereka berpacu..........membuat mereka berdua ingin selalu bertemu dan saling menatapkan mata mereka.

Sejak saat itu Rangga dan Zaenaf tak mau seharipun tak masuk sekolah, karena begitu bahagiannya mereka bisa merasakan rasa kangen walau beberapa jam tidak berjumpa, benar-benar hari-hari yang penuh warna untuk mereka berdua.

Suatu sore Zaenaf memakai kendaraan pamit sama Ibu nya untuk menengok Reni teman karibnya yang sudah seminggu ini tak pernah berangkat sekolah. Dia memang sudah sekali main ke rumah Reni, walau sedikit agak jauh dari rumahnya, ketika sampai rumah Reni, motor di parkir di depan rumah dan segera masuk.

"Permisi..............permisi...............hallo..........apa ada orang................." kata Zaenaf.

Beberapa saat kemudian terlihat Ibu Reni keluar sambil tersenyum manis kepada Zaenaf, lalu Zaenaf menganggukkan kepalanya untuk memberi hormat.

"Ibu.........Reni kok nggak pernah masuk sekolah sakit apa ya................" tanya Zaenaf sambil tersenyum manis.

Ibu Reni mulai terlihat sedih dan selalu mengeleng-gelengkan kepalanya dan beberapa kali terlihat mengambil nafas sangat dalam dan mulai menangis.

"Nak Zaenaf...........Re.........Reni.........menghindap penyakit kanker tulang belakang........dia diponis dokter tak akan bisa hidup lebih lama lagi..............." kata Ibu Reni sambil terus meneteskan air matanya.

Zaenaf mulai ikut menangis tersedu-sedu setelah mendengar teman yang selama ini dia sangat cintai seperti saudaranya sendiri kena penyakit kanker yang sangat ganas.

"Nak........nanti kalau kamu masuk ke kamar Reni.....Ibu ingin kamu tak menangis.....dan Ibu ingin kamu menghiburnya..........." kata Ibu Reni sambil menghapus air matanya.

Zaenaf mulai ikut menghapus air matanya dan berjalan mengikuti Ibu Reni yang menuju ke kamar Reni dan Ibu Reni mulai berkata.

"Ren.........ini nih ada teman kamu................Zaenaf............." kata Ibu Reni.

"Hay.........hallo Ren.........gimana kabarnya..............ehm...............aku sudah sampaikan salam kamu pada Rangga..............besuk dia bilang mau kesini..............." kata Zaenaf agak sedikit berbohong.

"Ah..........kamu ada-ada saja..........Naf.............memang sih aku sempat suka sama siapa tuh........Rangga..tapi setelah aku sakit begini..............kamu saja deh..........kelihatannya dia naksir sama kamu" kata Reni sambil tersenyum.
 
"Hay.........Ren.......aku yakin dia mau mencintai kamu.........karena dia orangnya sangat baik banget....kemarin ketika dia pulang bareng sama aku.........dia selalu tanya kamu Ren..........." kata Zaenaf berbohong.
 
Mereka berdua sangat kaget ketika Ibu Reni masuk kamar sambil membawa cowok yang tak asing lagi bagi mereka berdua. Pipi mereka berdua memerah ketika cowok yang ganteng dan cool itu mulai tersenyum sambil menyapa.
 
"Hay.............Ren..........hay Naf..........boleh aku ikut ngobrol.................." kata Rangga dengan senyumnya yang khas.
 
Mereka berdua tak berkedip memandang ke arah Rangga sambil menganggukkan kepala, tak bisa mereka pungkiri bahwa ternyata mereka berdua memang jatuh cinta sama Rangga. Zaenaf sempat melirik ke arah wajah Reni, Reni terlihat sangat bahagia ketika melihat Rangga datang ke kamarnya.
 
Zaenaf sangat kaget dan nggak suka ketika Rangga langsung duduk disebelah Reni yang tiduran di kasur dan mulai memegang-megang tangan dan memijat-mijat tubuh Reni dengan sayang.
 
"Ih.........Rangga.........Rangga kamu bener-bener nyebelin.....aku itu pacar kamu kenapa kamu lebih perhatiaan sama Reni.................Zaenaf ingat Reni baru sakit dan mungkin hidupnya tak lama lagi.......biarkan dia menghiburnya............." bisik Zaenaf dalam hatinya.
 
Ketika mereka berdua sudah keluar dari rumah Reni, motor mereka segera mereka berhentikan di pinggir jalan dan masih tetap di atas kendaraan Zaenaf sedikit ngambek.
 
"Kak.........kenapa sih tadi..........aku tak diperhatikan tapi malah mijitin orang lain.............." kata Zaenaf ketus.
 
"Ya ampun Zaenaf...............kamu itu gimana Reni sakit keras.......mungkin saja dia tidak hidup lama lagi........eh kamu benar-benar tak mau berpikir..........." kata Rangga sambil geleng-geleng kepala.
 
"Ehm.........aku jujur.........aku tak suka tadi kamu pijit-pijit tubuhnya Reni di depan mata aku.......lagian kok bisa tahu aku di rumah Reni........." kata Zaenaf sambil tak mau wajahnya melihat Rangga.
 
"Tadi Mama kamu beri tahu kalau kamu nengok Reni yang lagi sakit..........aku tanya beberapa kali pada orang dan akhirnya sampai deh.............." kata Rangga sambil tersenyum karena melihat ceweknya mulai terlihat mau tersenyum.

Pagi itu seperti biasa Zaenaf jalan menyusuri gang menuju pertigaan tempat biasa dia dengan Reni menunggu bus, hari ini ada sesuatu yang membuat hati Zaenaf gelisah tapi dia tak tahu kenapa. Ketika ada bus lewat dia segera melambaikan tangannya, bus berhenti dia langsung naik. Sampai di sekolah dia langsung berjalan menuju gerbang sekolah, hari ini dia tak melihat sosok cowok yang selalu membuat dia berbunga-bunga yaitu Rangga.

Pelajaran seperti biasa dimulai tepat jam 7.00 wib, tapi hari ini sepertinya ada sesuatu yang menyebabkan jantung Zaenaf selalu berdetak lebih cepat tapi dia tak tahu ada apa, dia tampak tak bersemangat mengikuti pelajaran. Tepat jam 8.30 wib ada pengumuman lewat pengeras suara.

"Selamat pagi para siswa semuanya...........pagi ini kita semua berduka dan sekolah benar-benar mengucapkan duka cita yang sangat mendalam karena siswa kami yang sangat kita cintai yaitu Reni Ayu Parahita dan Rangga Bagus Saputra telah di panggil disisi Tuhan Yang Maha Kuasa...............Reni karena sakit kankernya dan Rangga karena kecelakaan tunggal..........sekian dan trimakasih"

Beberapa saat Zaenaf tak bisa berkata apa-apa serasa semua tulang dalam tubuhnya lenyap dan kepalanya serasa melayang-layang tak berakhir tahu-tahu dia berada di UKS di tunggui beberapa guru dan beberapa teman-temannya. Dia mulai menangis sekuat-kuatnya, dia mulai terlihat pinsan lagi, berhari-hari dan berminggu-minggu Zaenaf terus menangis.........menangisi orang-orang yang berhasil memberi warna kehidupan di dalam hatinya. Setahun.................dua tahun...........tiga tahun...........terasa berat sekali Zaenaf bisa melupakan Rangga...........cowok yang sudah bisa membuat hatinnya berbunga-bunga.






Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Featured

Beauty

Contact us

Nama

Email *

Pesan *

Video of the Day

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Lapak Sembako Plus - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger